Minggu, 10 April 2011

Aku telah mengingkari semuanya. Aku lupa tentang apa yang Aku katakan. masalah menghampiri bersamaan begitu saja. ingin rasanya mengakhirinya,bersama hidupku.

Minggu yang melelahkan.

Tak Ku sangka, minggu ini menjadi minggu-minggu yang terberat dalam hidupku. Semua masalah datang bersamaan begitu saja, hingga meruntuhkan semua moral dan semangat hidupku. Heii, Tuhan.. terima kasih telah berikan cobaan yang ada sekarang. Aku yakin ada hal yang bisa kami petik dari semua masalah ini. Tetaplah bersama Kami.

Surat buat ‘mantan pacarku yang pertama’

Heii.. apa kabarmu?? Aku dengar sekarang keadaanmu lebih baik dari sebelumnya ya. Aku turut senang kalau begitu 
Kamu mungkin ga akan tau keadaanku disini. Yapz, buat apa nanyain keadaan orang yang telah nyakitin kamu ne. Sekarang kamu punya kehidupan yang lebih dari Aku.
Aku nulis seperti ini, karena ada yang ingin kamu tau dan mengingatkanmu. Bukan mengingatkan tentang hubungan kita, tapi mengingatkan surat terakhir yang dulu kau berikan kepadaku. Kau ingat saat surat terakhirmu dulu yang kau berikan padaku? Mungkin sudah terkubur oleh cerita kehidupanmu yang baru. Andai saja kau ingat, surat itu benar-benar terjadi sekarang. Aku masih mengingat dalam surat itu, kau menuliskan kalau Aku nanti akan merasakan bagaimana rasanya jadi orang yang susah dalam ekonomi kemudian tersakiti karena harus merelakan seseorang yang dicintai pergi. Kau tau keadaanku sekarang, orangtuaku kehilangan pekerjaanya dengan setumpuk hutang yang belum terbayarkan. Kedepan mungkin rumahku akan bertambah luas, karena isi rumahnya bisa menjadi ganti rugi buat nglunasi hutang kami. Terbayar sudah khan isi surat yang pertama? Kemudian Aku juga harus berpisah untuk waktu yang belum dapat diketahui dengan orang yang Aku sayang. Bukan karena Aku meninggalkanya, tapi karena Aku ga mau dia ikut susah dengan keadaanku sekarang. Aku masih sayang dia, dan kalau Aku sudah bangkit pasti akan ku temui dia lagi! 
Sekarang semua ‘doa’ kamu melalui surat terakhir yang kau kirim sudah terwujud semua. Aku harap sudah tidak ada lagi dendam diantara kita. Kau sudah punya kehidupan sendiri, semoga kau bisa bahagia. Begitu pun juga Aku yang akan memulai membangun kehidupanku sendiri. Aku akan tetap jadi orang sombong seperti saat mengenalmu dulu, karena itulah sifatku. Hhehe.. 

Senin, 04 April 2011

nice weekend.

Nice weekend!! Yapz.. akhir pekan yang cukup menyenangkan setelah lama tidak merasakan hal seperti ini.
Thanks GOD, dah kasih kesempatan buat Aku berkunjung ke rumah sebuah keluarga yang hidup damai didalamnya. Bukan mau melebih-lebihkan, tapi itu lah yang Aku rasakan saat berada disana. Nyaman, tenang, damai, sepi, semua berbaur jadi stu.
Makasii buat Keluarga yang telah menerimaku. Senang rasanya mengenal kalian. Awalnya memang Aku ragu kalau kalian bisa menerima Aku selama disana, tapi akhirnya cukup menyenangkan bagiku. Maaf Bapak dan Ibu saat malam hari pertama Aku disitu, Aku menyantap makan malam duluan daripada kalian. Hhee.. jd ngrasa ga sopan.
Makasii buat yang punya kamar dah mau berkorban jadi kamu yang tidur dikursi. Harusnya Aku aja yang tidur disana. Buat Saudara laki-laki yang dah mau beliin Cakueh pagi2. Enak brother buat ngemil pagi2. Buat anak kecil yang gendut tp energik, Seneng bisa ajak kamu maen. Lucu jg kamu. Sayang Aku belum bisa beliin apa2 buat kamu. Buat keluarga yang dah ‘nampung’ kami selama ujan berlangsung. Canda tawa dan obrolan kalian jadi berasa ga dingin meskipun cuaca disana dingin dan ujan pula. Malam hari kedua pun tak jauh nyamanya dari yang pertama. Meskipun ga ada kegiatan, tapi menyenangkan bisa berada ditengah-tengah kalian. Dan akhirnya Aku pun tau saat sang kepala keluarga harus pergi kembali ke perantauanya guna mencari nafkah saat malam menjelang. Aku hanya bisa bilang, Hati-hati Pak!
Special vo you.. makasii banget dah mau nerima keinginanku buat anter kamu pulang. Daridulu Aku slalu ngecewain kamu soal masalah kaya gini, tapi akhirnya semua terbayarkan. Aku ga nyesel berkunjung ke rumah kamu apa lagi tidur di kamar kamu. Hhee.. hanya perasaan ingin rasanya datang kembali, jika Tuhan mengizinkan.

_RPD

Jumat, 31 Desember 2010

Bintang Tidak Bersinar di Siang Hari

Pernakah Anda melihat bintang? Mungkin semua dari Anda pernah melihat Bintang. Namun, Anda melihatnya pasti tidak di siang hari. Bahkan sinar bintang akan terlihat paling cerah pada malam yang paling gelap.
Saat Anda mengalami kekecewaan, pada saat Anda berada di titik terendah dalam hidup Anda, saat Anda merasa berada dalam kegelapan, saat itulah Bintang Anda akan bersinar paling terang. Tunggulah satu, tiga, lima atau sepuluh tahun ke depan. Anda akan buktikan pada dunia bahwa Anda berhasil melalui saat-saat terberat dari hidup Anda dan bintang Anda bias bersinar paling terang diantara bintang-bintang lain.

By : Bong Chandra

DOA SEORANG ISTRI TENTANG REZEKI

“ Pah, Rejeki itu tak kemana. Doa istri pasti dikabulkan sama Alloh. Sabar pah, mamah selalu berdoa agar rejeki kita datang dari sudut manapun.”

By: My friend.